Aku dan Fisika

June 4th, 2007 by ecan-cms

Uh kerasa dan tidak terasa diriku ini udah menginjak tahun terakhir kuliah di fisika ITB, menepis anggapan DO cepat temen2 SMA haha3x, mungkin entah punya dosa ke guru2 fisika SMA yang pernah mengajariku dari mulai Pa Haris yang kuhiraukan keberadaanya didalam kelas dan nilai ujianku darinya yang tak pernah lebih dari satu, Bu Mayang dengan usia yang sangat senjanya yang mambuat ketika mengajar diriku  menebarkan kartu remi dan mengangkat pion catur bersama teman lainya, serta pintu kantin yang selalu terbuka, Pa Beben…ehm….susah3x atau memang aku tak pernah menanggap pelajaran fisika itu ada…maafkan guru-guruku dan fisika…
Akhirnya masuk juga ke dunia yang boleh dibilang "gelap" karena ku tak tahu apa yang sedang atau akan aku jalani ’suatu jurang yang aku terpelosok didalamnya’, hari demi hari kulalui,hanya kujalani mungkin tak tentu arah, sejalan dengan waktu aku semakin mengenal fisika, ku bertemu orang-orang yang capable, unik dan aneh (ayo siapa bilang orng2 fisika serius2),mungkin mereka juga yang membuatku dapat bertahan…uh fisika itu asyik, menakjubkan, lucu, pokoknya ga bisa diungkapkan dengan kata2 dech, mungkin anggapan aku banyak1000x yang tidak setuju tapi aku membuktikanya dengan diriku sendiri, fisika membuat aku yang awalnya benci jadi benar-benar cinta he2, memberi pelajaran yang bukan hanya dari kumpulan2 rumus2  tapi bagaimana bertahan, beranalisis, berpikir, bersahabat, menemukan solusi dari permasalahan apapun, takjub terhadap kekuasaan Tuhan, wah masih banyak lagi pokoknya dengan fisika membuat sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin, sesuatu yang tak bisa jadi bisa, mungkin juga merubah negara ini, yah .. dengan fisika…dengan fisika…dengan fisika….dan ku terus masih belajar…karena semakin ku terus belajar semakin kutahu ilmu yang kudapat masih sedikit…

Tentang Hidup …baca deh(Ga ad kerjaan jd tutlisan)

November 25th, 2006 by ecan-cms

uh kalo berbicara tentang hidup, susah susah gampang juga? kita sharing aja pengalaman hidup temen2…..,moga-moga bermanfaat. "Selama 20 thn ini aku menghirup nikmatnya oksigen, aku diberi kesempatan untuk mengenal warna kehidupan ini, awal…tentulah pendidikan yg diberikan ortu yang dominan positif karena pastilah menginginkan anak2nya dapat berguna bagi lingkungan, bangsa dan agama, ya jaman2 SD yg cmn mengenal belajar&bermain. Namun di dunia pendidikan selanjutnya mulailah petualangan baru, aku berteman dengan banyak temen2 yg melakukan segala sesuatu yang mungkin cara ekspresi mereka"sesuatu"artinya pergaulan minum2an keras, merokok bebas, NARKOBA. Ku melihat dngn mata kepala sendiri bagaimana mereka melakukan hal itu "dunia mereka yang bebas" malah yang paling lucu dulu aku bermain bola dngn yg hampir semua terpengaruh akibat minuman keras dan jujur itu rame..he2. Tp dulu yg aku rasakan persahabatan, solidaritas dan saling menghargai dari mereka sangat kental, yah Alhamdulillah walaupun aku ga terbawa-bawa seperti mereka, sebagai contoh mereka menjauh ketika hendak merokok krna tahu aku ga suka asap rokok dan mereka ga pernah mengajak aku utk melakukan hal yg sama trhdp apa yg mereka lakukan. Setelah sharing dan aku tahu faktor yg menyebabkan mereka seperti itu, aku terdiam dan berpikir bahwa kalo aku seperti mereka apakah aku akan melakukan hal yg sama  seperti apa yg mereka lakukan?tp selain itu itikad mereka utk berubah sangat tinggi terbukti sekarang sudah bnyk dr mereka yg berubah. Petualang selanjutnya mataku semakin melebar melihat dunia fana ini, ah dah cape ngetiknya, tp intinya dlm menyampaikan sesuatu dngn ssuatu hal yg baik Insya ALLah hasilnya jg baik, berkacalah pd diri sendiri terlebih dahulu dan janganlah menilai buruk dan menjust orang lain dan janganlah sombong ketika berjalan di muka bumi ini karena sesungguhnya kita tidak mengetahui dalamnya bumi dan tingginya gunung (Al-ayat)

Jikalah akhirnya ……………..
Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa
Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti

Jika kesedihan menjadi masa lalu
Maka mengapa tidak dinikmati saja
Sedang ratap tangis tidak akan mengubah apa-apa

Jikalau luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa
Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama

Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti dirasakan sendiri
Sedang berbagi akan membuatnya lebih utama

Jikalah hidup,akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti diisi  dengan kesia-siaan belaka
Sedang begitu banyak kebaika yang bisa dicipta

NN
(Buletin "Kader Syuhada" ed.1 Pendidikan kader syuhada Yogyakarta)

Menerima apa adanya

September 28th, 2006 by ecan-cms

<!–
@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm }
P { margin-bottom: 0.21cm }
–>

"SAYANG,
aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana
memperkuat tali pernikahan," kata seorang istri kepada suaminya
sambil menyodorkan majalah tersebut. "Masing-masing kita akan
mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari diri kita dan pasangan
kita serta harapan-harapannya. Kemudian, kita akan membahas bagaimana
mengubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama
lebih bahagia," jelasnya pula.

Sang suaminya
setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang
tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika
pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut
untuk kebaikan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk
berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka
masing-masing. Besok pagi ketika sarapan, mereka siap
mendiskusikannya.

"Aku akan
mulai duluan ya!" seru sang istri. Ia pun lalu mengeluarkan
daftarnya. Banyak sekali yang dituliskannya, tak kurang dari 3
halaman. Ketika ia mulai membacakan satu per satu hal yang tidak dia
sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa air mata suaminya mulai
mengalir.

"Maaf,
apakah aku harus berhenti?" tanyanya. "Oh tidak,
lanjutkan," jawab suaminya.

Lalu sang istri
melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat
kertasnya dengan manis di atas meja dan berkata dengan bahagia,
"Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".
Dengan suara perlahan suaminya berkata, "Aku tidak mencatat
sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan
aku tidak ingin mengubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau
cantik dan baik bagiku. Tidak satu pun dari pribadimu yang kudapatkan
kurang."

Sang istri
tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi
hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya. Ia menunduk dan
menangis.

Pengalaman pertama terkunci di Comlabs

September 28th, 2006 by ecan-cms

Wah…..pengalaman pertama terkunci di comlabs, pada hari kamis 28 September 2006 seperti biasanya setelah latihan HI aku langsung menuju mushola comlabs untuk salat maghrib bersama tiga orang temen HI ku. Setelah melakukan salat berjamah berempat kami berniat untuk pulang dan langsung menyantap hidangan berbuka puasa, ketika menuju pintu depan comlabs ternyata telah dikunci…,bukanya panik kami malah tertawa-tawa walau agak panik juga soalnya perut keroncongan he2 kalo nunggu esok hari dibuka, nyuuuttt.alhamdulillah masih ada orang di depan pintu comlabs dan menghubungi orang yang yang pegang kunci comlabs, ya saking keselnya nunggu kita maen internet, baru aja mau mulai ngenet sekitar jam 8 si mas pembawa kunci datang…yah ketauan mo ngenet gratis, hiks….jadinya dimarahin sama si mas nya padahal internet juga ga jalan….uh tapi tetap segala sesuatunya pasti ada hikmahnya.

Bangun Pagi-pagi yuk………

June 18th, 2006 by ecan-cms

Ketika kita  terbiasa bangun pagi, manusia  dapat bermunajat dan berdzikir kepada Allah di pagi hari, sedang dampak kesehatan  dapat dirasakan dari udara yang bersih dan olahraga. Adapun dampak ekonomi seorang muslim dapat merancang rencana-rencana bisnisnya dan satuan-satuan pekerjaannya ketika pikirannya masih jernih di pagi hari.Bangun tidur merupakan salah satu tanda kebesaran Allah sebagai bukti atas kekuasaan-Nya , yang menyerupai kebangkitan setelah mati. Allah menamakan tidur sebagai kematian dan bangun tidur sebagai kebangkitan.Firman Allah:

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa orang yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahnalah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya, dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan, sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bgai kaum yang berfikir.” (Az Zumar:42)

“ Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk berusaha.” ( Al Furqan: 47)

Bangun tidur merupakan permulaan hidup setelah adanya kekosongan, bagaikan membuka lembaran baru yang putih bersih, yang dilalui seseorang sepanjang harinya, yang memulai kehidupannya dari bangun tidurnya, dan menutupnya dengan tidur kembali kemudian menyerahkan catatan amal perbuatannya untuk dipertanggungjawabkan pada hari kiamat nanti. Allah swt berfirman :

“Dan Dialah yang menidurkanmu di malam hari, kemudian Dia membangunkanmu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allahlah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS 6:60)

Bangun tidur merupakan permulaan rutinitas hidup dalam keseharian, sudah sepatutnya bagi setiap muslim untuk menjadikan pembuka harinya dan permulaan aktivitasnya senantiasa berhubungan dengan Sang Penciptanya, dan mengingat Pemberi Rezeki, bersyukur kepada Pemberi nikmat, Penjaga, dan Pelindung selama tidurnya. Allah swt berfirman;

Katakanlah, ‘Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari selain (Allah) Yang Maha Pemurah’. Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingat Tuhan mereka.” (Al-Anbiya:42)

Di sela-sela permulaan waktu setiap hari, ketika pikiran masih jernih, akal masih cemerlang, kondisi fisik masih segar, hendaklah setiap individu mengatur agenda aktivitas yang akan dikerjakan, berupa perbuatan-perbuatan baik yang diridhai Allah SWT, yang akan membawa kebaikan baik kepada dirinya maupun kepada sesama manusia. 

TATA CARA BANGUN DI PAGI HARI..

Berusahalah  untuk bangun pagi, sebelum fajar tiba. Hal ini dapat memberi faedah bagi kejiwaan dan kesehatan serta mendayagunakan waktu yang jernih untuk beribadah dan belajar. Allah telah menggambarkan hamba-Nya yang takwa dalam firman-Nya,“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS Adz Dzariyat 17-18). Diriwayatkan dari Aisyah ra. bahwa rasulullah saw telah bersabda,“Bersegeralah dalam mencari rezeki dan kebutuhan (hajat) karena dalam kesegeraan (pergi pagi) itu terdapat keberkahan dan kesuksesan.” (HR. Thabrani)

Hendaknya terlintas dzikir dan doa kepada Allah dalam hati atau fikiran serta terucap oleh lisan. Allah swt berfirman, “Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.” (Qs Al Insaan”25). Diriwayatkan dari Aisyah ra. dari Nabi saw, beliau bersabda, “Tidak ada balasan bagi hamba yang berkata, “Laa ilaha illallah, la syarikalak, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir,’ tatkala Allah mengembalikan ruhnya melainkan Allah mengampuni dosa-doanya, walaupun dosanya bagaikan buih di lautan.” (HR. Ibnu Sunny). Diriwayatkan oleh Hudzaifah bin Yamani ra. dia berkata, “Jika rasulullah pergi ke tempat tidurnya, maka beliau mengucapkan doa, ‘Dengan nama-Mu Ya Allah, hidup dan matiku,’ dan tatkala bangun tidur mengucapkan, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkanku setelah mematikanku dan hanya kepada-Nya tempat kembali.’ (HR. Bukhari)

Setelah bangun tidur hendaklah segera membersihkan diri kemudian wudhu dan shalat, dan menjadikan amalan ini sebagai pembuka aktivitas pagi hari setelah doa dan dzikir serta menjauhkan kesibukan lain. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa rasulullah saw. bersabda,“Setan itu mengikat ubun-ubun setiap orang di antara kamu tatkala tidur dengan tiga ikatan. Dia mengencangkan setiap ikatan, jika berlalu malam yamg panjang hendaknya engkau tidur. Jika dia bangun dan dzikir kepada Allah, maka lepaslah satu ikatan dan jika berwudhu lepas lagi satu ikatan dan jika mendirikan shalat lepas lagi satu ikatan,maka badan menjadi segar dan giat. Tetapi jika tidak, menjadikan diri malas.” (Muttafaq alaih)

Hendaklah tidak membiasakan tinggal di tempat tidur dan membalikkan badan setelah bangun untuk meyambung mimpi dan tenggelam dalam lamunan dan hayalan.

Menjauhkan diri dari kebiasaan tidur setelah fajar tiba atau mengulur-ulur waktu untuk mengerjakan shalat karena waktunya masih panjang, karena itu hanya bisikan setan untuk melalaikan orang Islam dari shalat fajar dan meninggalkannya. Allah telah menggambarkan sifat dan keadaan hamba-Nya yang beriman dalm firman-nya, “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (As Sajdah:16). Diriwayatkan dari Abu Darda ra., bahwa Nabi saw. bersabda:“Matahari tidak terbit melainkan di sampingnya ada dua malaikat yang berseru dan dapat didengar oleh semua penghuni bumi, kecuali jin dan manusia, (di mana keduanya berseru), ‘Wahai manusia, segeralah kamu menuju Tuhanmu. Sesungguhnya sedikit dan mencukupi itu lebih baik daripada banyak tetapi bisa membuat lupa diri.’ Kedua malaikat itu berdoa, ‘Ya Allah, berilah ganti dengan segera bagi orang yang berinfaq dan binasakanlah segera orang yang menahan (kikir atas) hartanya.”

Berkumur dan menggosok gigi setelah bangun tidur, lebih baik dengan siwak atau dengan pasta gigi dan sikat gigi karena itu kebiasaan yang membuat mulut dan gigi menjadi bersih. Dari Hudzaifah ra berkata, “Rasulullah ketika bangun tidur menggosok-gosok mulutnya dengan siwak” (Muttafaq alaih)

Membiasakan tenang tatkala bangun dari tidur dengan tidak mengganggu keluarga dan tetangga.Agar tidak langsung keluar dari tempat tidur ke tempat yang dingin kecuali setelah ganti bajuAgar senantiasa pelan, halus, dan dengan suara rendah ketika membangunkan orang lain dengan memberi pengertian akan arti pentingnya shalat, dan jika seseorang malas untuk bangun hendaknya diulangi lagi setelah beberapa saat.

Membuka pintu dan jendela yang tertutup di kamar tidur setelah bangun tidur agar terjadi sirkulasi udara yang baru dan segar di kamar.

Menertibkan tempat tidur dan tidak meninggalkan tempat tidur dalam keadaan berantakan, karena kebiasaan itu merupakan cermin dari kepribadian seeorang dalam kehidupan kesehariannya.

Wallahu a’lam bi showab___________________

Bagi orang yang menganggap TD sesat dan tidak ilmiah …..

June 2nd, 2006 by ecan-cms

Dari banyak jenis terapi, pernapasan adalah salah satu terapi yang diyakini bisa
menyembuhkan berbagai penyakit –dari sesak napas hingga kanker— lewat
kemampuannya memperlancar peredaran darah.
Lilik Hendrajaya, Deputi
Perkembangan Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kementerian Riset dan
Teknologi (KRT), tidak sedang iseng saat menyuruh para peserta seminar
”Pengobatan Tradisional” untuk membuat bandul dari benang yang dibagikan oleh
panitia di Gedung BPPT (Badan Pengkajian dan Penelitian Teknologi) Jakarta,
Kamis (10/7).
Ia meminta para peserta mengikatkan pensil, kunci atau benda
apa pun ke benang tersebut dan ”menyuruh” benda tersebut bergerak menurut
perintah pikiran kita. Saat wartawan SH menyuruh benda tersebut bergerak
”maju-mundur” dan kemudian beralih ”kiri-kanan”, benda tersebut benar-benar
bergerak mengikuti instruksi pikiran. Ajaib? Tidak juga. Hampir seluruh peserta
dalam ruangan tersebut bisa melakukan hal yang sama. Menurut Lilik, ”keajaiban”
itu merupakan dampak dari kekuatan pikiran atau kekuatan yang menggerakkan
sensor motorik manusia. ”Kekuatan ini dapat bermanfaat untuk membuat metabolisme
tubuh berfungsi baik,” ujar Lilik yang pernah menjabat sebagai rektor Institut
Teknologi Bandung (ITB).
Kekuatan pikiran ini, menurut Lilik, adalah salah
satu terapi penyembuh alternatif yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Dan terapi
ini kerap efektif dipakai oleh sejumlah orang untuk menyembuhkan penyakit orang
lain. ”Tubuh adalah medan magnetik,” urai Lilik. Sehingga energi yang digerakkan
oleh kekuatan pikiran ini bisa ditangkap oleh tubuh yang memiliki pancaran medan
magnet.
Tidak tanggung-tanggung, untuk memperkuat penjelasan ini, Lilik
mengurai detail teori fisika tentang spektrum elektromagnetik. Ia mengatakan
bahwa bagian tubuh manusia yang dapat menghasilkan medan magnet secara
signifikan adalah darah, khususnya hemoglobin (butir darah merah). Ini adalah
senyawa organik berupa rantai protein panjang yang mengandung atom besi (Fe)
yang tersimpan dalam struktur datar dan dapat mengikat oksigen udara dari
paru-paru. Dan hemoglobinlah, yang mempunyai sifat magnetik elementer, artinya
mengandung kutub utara maupun selatan dari medan magnet.
Menurut Lilik,
terapi pernapasan dapat menjadi solusi penyembuh beragam penyakit akibat
fenomena hemoglobin ini. Saat kita menahan napas, maka oksigen di dalam
paru-paru makin lama makin berkurang karena diambil oleh atom besi dari darah.
Ini membuat hemoglobin –dalam istilah Lilik- berbaris antre sehingga dapat
mengambil oksigen secara teratur dan tepat.
Bentuk barisan inilah yang
membuat benda asing yang masuk mudah terdeteksi. Jika benda tersebut organisme
maka akan diserang oleh darah putih, sedangkan jika benda tersebut anorganik
maka akan dioksidasi oleh oksigen yang ada dalam darah. Semua ini terjadi jika
kita rutin melakukan pernapasan. Dengan menghirup napas dan mengeluarkannya
pelahan.
Sementara jika kita melakukan pernapasan biasa, maka arah molekul
struktur darah akan acak dan menyulitkan identifikasi benda asing yang masuk ke
tubuh.
Latihan pernapasan teratur, menurut Lilik, akan menguatkan medan
magnet dan tenaganya. Kekuatan medan magnet inilah yang kemudian dijadikan media
pengobatan terapi seperti Prana. ”Syaratnya, antara sumber dan penerima harus
terjadi tuning,” jelas Lilik. Tuning merupakan kondisi pencocokan antarsumber.
Dalam aktivitas ini terjadi pengarahan spin elektron (magnetik) dari penerima
searah dengan medan sumber (induksi). Karena proses aliran ini maka
masing-masing sumber dan responden akan mengalami sesuatu. Ini yang kemudian
dipakai sebagai metode penyembuhan berbagai penyembuhan.
Menurut Lilik,
sejumlah penyakit yang berhasil disembuhkan dengan metode prana adalah sesak
napas, radang tenggorokan, kelebihan asam lambung, tumor dan kanker, lumpuh,
gagal ginjal, penyakit indung telur, sakit di simpul saraf tulang belakang, dan
sebagainya.

Uji Klinis
Dalam kategori pengobatan tradisional, menurut
definisi Departemen Kesehatan, prana dimasukkan dalam jenis terapi supranatural.
Uniknya, Lilik dapat menjelaskan sisi ilmiah dari pengobatan tersebut. Sementara
jenis pengobatan tradisional lainnya adalah terapi berdasarkan keterampilan
(akupuntur, pijat refleksi, dan sebagainya), ramuan (gurah, ular kobra, obat
dari tabib atau sinshe), agama, dan supranatural (prana, paranormal, rieky, dan
lain-lain).
Menurut Sumarjati Arjoso, Kepala Litbangkes Departemen Kesehatan,
pihaknya mengategorikan pengobatan tradisional berdasarkan empat kategori di
atas. Dan berdasarkan kategori tersebut, Depkes mencatat setidaknya ada 283.000
jenis obat tradisional di Indonesia dan terdapat 30 jenis cara pengobatan
tradisional.
Dari jumlah tersebut, Sumarjati mengatakan tidak semua obat
tradisional tersebut dikenai wajib daftar. ”Jamu gendong atau jamu empirik tidak
harus mendaftar,” ujar Sumarjati dalam kesempatan sama.
Namun Sumarjati
menyebutkan bahwa mulai tahun 2004, Depkes dan BPOM kemungkinan akan bekerjasama
untuk melakukan uji klinis bagi jenis obat-obat tradisional. ”Ini akan menjadi
masukan bagi para pengambil keputusan untuk mengeluarkan perizinan dan
sebagainya.”
Sumarjati juga menyebutkan bahwa diperlukan standarisasi bibit
untuk industri jamu untuk meyakinkan publik bahwa jamu tersebut sehat untuk
dikonsumsi.
Sementara untuk jenis terapi seperti prana, Sumarjati mengatakan
tidak perlu ”dicurigai” karena tidak ada piranti yang digunakan atau dikonsumsi
untuk teknik penyembuhan penyakit. Jadi, jika Anda menempuh terapi prana saat
ini, silakan meneruskan. (san)